post image
KOMENTAR

LR: Kami lebih kepada mengubah mindset masyarakat. Sebelumnya, mereka agak menolak wisatawan (terutama asing) karena masih menjaga agama dan adat istiadat. Kami beri penjelasan bahwa menjadi destinasi wisata memang bukan berarti membiarkan hal-hal tidak senonoh terjadi, namun ada cara-cara yang lebih halus dan tidak kasar untuk memberitahu para tamu. Alhamdulillah mereka kini dapat menerima tamu dengan baik. Yang penting saling menjaga supaya kita tidak terpengaruh hal-hal negatif dari luar.

 

Banyak destinasi wisata yang bisa digali di Pesisir Selatan. Ke depannya akan seperti Bali, artinya setiap pojok Pesisir Selatan ada destinasi wisata. Tinggal bagaimana membuka akses menuju ke tempat tersebut. Sekarang ini saya sering mempromosikan sambil berharap kepada Pemerintah serta masyarakat secara mandiri dapat membuka jalan serta infrastrukturnya menuju kawasan tersebut. Satu per satu akan kami benahi karena sekarang fokusnya Mandeh, Cerocok Beach Painan, Jembatan Akar, dan air terjun Bayang Sani. Insya Allah akhir tahun ini jalan alternatif ke Padang sudah selesai dibangun hingga aksesnya bisa lebih mudah.

 

F: Seperti apa promosi wisata agar dikenal masyarakat Indonesia dan dunia?

LR: Tahun 2017 lalu, Kawasan Mandeh masuk nominasi dalam Anugerah Pesona Indonesia dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk kategori “Surga Tersembunyi”. Ada 10 surga yang masih tersembunyi di Indonesia, namun yang terpopuler ada di Pesisir Selatan.

 

Di bulan Juli kami akan akan meresmikan ‘Kampung Batik’ Lumpo, kampung batik yang pertama di Sumatera. Untuk produksi sudah dari beberapa bulan lalu, namun karena SDM masih kurang, kami tidak berani menerima pesanan dalam jumlah yang besar. Untuk alat dan bahan kami berikan gratis, kemudian kami berikan garansi beli, jadi perajin mengerjakan sesuai permintaan. Alhamdulillah sekarang seluruh nagari (desa) yang ada di Lumpo ikut serta. Batik Pesisir Selatan lebih banyak bermain di warna tanah, menggunakan pewarna alami. Cikal bakalnya itu namanya batik Tanah Liek, karena batiknya direndam menggunakan tanah liat selama satu bulan untuk proses pewarnaannya. Kekayaan lain yang ingin diangkat yaitu sulaman bayangan dan sulaman bayangan aplikasi.

 

F: Bagaimana sebenarnya bisa muncul ide untuk bedah rumah?

“Saya Siap Berjuang, Memberi Solusi, dan Melakukan Perubahan”

Sebelumnya

Biolage Hadirkan Rangkaian Perawatan Rambut Natural dan Brand Ambassador Barunya, Shireen Sungkar

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Women World