post image
KOMENTAR

LR: Sebagai istri Kepala Daerah, saya ingin berbuat maksimal untuk masyarakat Pesisir Selatan. Saya lihat masih banyak sekali rumah-rumah yang tidak layak huni karena baru lepas dari predikat daerah tertinggal. Saat awal bertugas, ada sekitar 7000-an rumah tidak layak huni berdasarkan data yang masuk. Selama ini yang bergerak adalah Pemerintah melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dalam setahun membangun 150-200 rumah. Sementara yang butuh jauh di atas itu. Akhirnya terbersit ide untuk melakukan bedah rumah di luar program pemerintah.

 

Melalui gerakan Dunsanak Membantu Dunsanak (saudara membantu saudara), kami mencarikan dana dari pihak ketiga, baik itu perorangan maupun perusahaan. Kami juga mengimbau dan mengajak mereka yang peduli untuk terlibat aktif. Mereka punya niat membantu, tetapi tidak ada orang yang menggerakkan. Dari situlah saya berperan sebagai motor penggerak teman-teman. Alhamdulillah banyak pihak yang mendukung dan memberikan bantuan, termasuk dari Polri, TNI, dan Bhayangkari. Mereka yang biasanya hanya bisa ‘mengadu dan mengeluhkan’ sekarang kami ajak untuk membantu berapapun jumlah nominal yang mereka sumbangkan.

 

Masalah rumah sangat penting karena merembet ke masalah sosial. Gara-gara rumah tidak layak huni, menimbulkan kejadian asusila. Target kami bersama-sama dengan Pemda membedah 1000 rumah dalam setahun. Alhamdulillah sudah terealisasi melampaui target. Tahun ini target kami ingin membedah minimal 1000 rumah lagi. Pak Bupati menyarankan minimal satu rumah dalam satu nagari dibedah menggunakan dana nagari. Harapan kami, masalah rumah tidak layak huni dapat tuntas dalam lima tahun masa jabatan.

 

F: Setelah dua tahun lebih berkiprah, aspek apa lagi yang masih harus dibenahi?

LR: Dua tahun itu bisa dibilang kami baru mulai. Memang banyak orang melihat sudah ada perubahan-perubahan menuju lebih baik, tapi kami merasa itu belum apa-apa. Masih banyak hal yang perlu diperbaiki karena segala sesuatu memang berproses. Perjuangan kami masih panjang. Beberapa penghargaan nasional yang kami terima menjadi cambuk pemicu agar kami lebih keras berusaha. Di antara yang pernah kami peroleh adalah penghargaan Kabupaten Sehat se-Sumatera Barat dan penghargaan Adiwiyata. Harus kita ingat bahwa penghargaan tersebut harus dijadikan gaya hidup, artinya masalah kebersihan, keindahan, kesehatan harus dijadikan gaya hidup masyarakat, bukan hanya bagus saat lomba saja.

 

Alhamdulillah, kepercayaan diri masyarakat Pesisir Selatan sekarang sudah lebih baik. Tadinya kami dianggap daerah yang tertinggal dan terpuruk, masyarakatnya pun malu kalau ditanya berasal dari mana. Mereka selalu bilang dari Padang. Sekarang mereka bangga mengatakan berasal dari Pesisir Selatan.

“Saya Siap Berjuang, Memberi Solusi, dan Melakukan Perubahan”

Sebelumnya

Biolage Hadirkan Rangkaian Perawatan Rambut Natural dan Brand Ambassador Barunya, Shireen Sungkar

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Women World