post image
KOMENTAR

Saya sangat bersyukur karena selama ini saya diberikan rezeki lebih dari Allah, pekerjaan yang bermanfaat, dan teman-teman yang baik. Saya sudah pernah merasakan keliling dunia saat saya menjadi pramugari, merasakan punya barang-barang bermerek, dan merasakan kenikmatan duniawi lainnya. Namun saat ini fokus utama saya adalah ingin bermanfaat untuk orang banyak. Seperti firman Allah, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kau dustakan” (QS. Ar-Rahman).

 

F: Hal terberat apa yang pernah dialami saat mendampingi bapak sebagai Bupati?

LR: Menurut saya yang terberat itu di saat anak protes. Ketika kita sedang banyak pekerjaan urgent yang harus diselesaikan tetapi mereka mood-nya sedang tidak baik, itu yang berat menurut saya. Karena itu solusinya ketika mereka bisa saya ajak, akan saya ajak. Tetapi jika tidak bisa, saya akan benar-benar memanfaatkan quality time dengan mereka. Ketika sedang bersama-sama, handphone harus disimpan.

 

 

F: Dengan segudang aktivitas, bagaimana Ibu membagi waktu antara pekerjaan dan anak?

LR: Segala sesuatu itu kuncinya adalah izin dari suami. Jika suami mengizinkan, semua menjadi mudah. Kemudian jaga komunikasi dengan anak-anak serta berusaha melibatkan mereka agar mereka dapat memahami pekerjaan orang tua yang sibuk. Pernah mereka agak protes melihat kesibukan saya, tetapi begitu diajak terjun langsung, akhirnya anak-anak mengerti.

 

F: Apa alasan Ibu mengikuti pemilihan anggota dewan tahun depan?

Bulan Penuh Berkah dan Pemaafan

Sebelumnya

Rezeki Pekerjaan plus Syiar di Bulan Suci

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Women World