post image
KOMENTAR

IK: Karena salah satu indikator kesuksesan suatu negara adalah tingginya angka enterpreneurship. Di Indonesia, Alhamdulillah dari nol kini sudah 3%. IPEMI bertekad membantu pemerintah, terutama dalam menanamkan jiwa kewirausahaan perempuan Indonesia, khususnya muslimah. Karena kita tahu, jumlah di muslim di Indonesia adalah mayoritas.

F: Bagaimana menghindari persaingan tidak sehat antar-anggota IPEMI?

IK: Karena anggota IPEMI adalah muslimah, maka saya tekankan bahwa harus seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat. Jiwa kewirausahaan harus diimbangi dengan peningkatan akidah. Kajian agama harus ada. Anggota IPEMI rutin mendapat siraman ilmu agama agar usaha yang dijalankan tidak melenceng dari syariat Islam. Dengan demikian, persaingan akan terkikis dan para anggota akan saling mendukung. Pengusaha besar yang sudah eksis dapat membantu pengusaha skala mikro. Intinya, enterpreneurship yang dijalankan harus bernilai ibadah. Selain itu, IPEMI juga rutin mengelar bakti sosial. Harus ada social enterpreneurship yang saling menguntungkan dan menambah pahala.

Para ketua IPEMI di provinsi sengaja dipilih mereka yang sudah malang-melintang di dunia usaha dengan jejaring yang luas dan kuat, termasuk ke pemerintah. Diharapkan mereka dapat mengayomi para anggota dan para muslimah di grassroot untuk mengembangkan usaha.

F: Apa tantangan mengelola anggota IPEMI yang jumlahnya semakin banyak?

IK: Salah satunya adalah lokasi anggota IPEMI yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. Terkadang butuh usaha keras untuk menyambangi mereka. Saya dan beberapa pengurus ada yang takut dengan laut. Sementara di beberapa daerah, misalnya di Kepulauan Riau, kami harus menggunakan jalan laut untuk mengunjungi para anggota, terlebih di saat ombak pasang. Kami berpikir, inilah salah satu perjuangan untuk memberdayakan perempuan Indonesia.

F: Bagaimana IPEMI membuka mata perempuan Indonesia tentang pentingnya memiliki jiwa kewirausahaan?

IK: IPEMI berusaha agar enterpreneurship menjadi satu kurikulum di bangku Sekolah Dasar. Dengan demikian, jiwa kewirausahaan dapat dibina sedini mungkin. Di sekolah internasional, setiap bulan mereka memiliki program seperti mini bazzar atau market day. Saya ingin program wirausaha sejak dini masuk ke SD Negeri di seluruh nusantara.

 

F: Apa sebenarnya tantangan terbesar bagi perempuan untuk memulai usaha?

Menggenggam Hidayah Islam

Sebelumnya

Bersama Suami Mengejar Ridha Ilahi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Women World